Pengaruh Variabel-Variabel Makro Terhadap
Perekonomian Indonesia
Ekonomi
makro atau makro-ekonomi adalah studi tentang ekonomi secara
keseluruhan. Makro-ekonomi menjelaskan perubahan ekonomi yang mempengaruhi
banyak masyakarakat, perusahaan, dan pasar. Ekonomi makro dapat digunakan untuk
menganalisis cara terbaik untuk memengaruhi target-target kebijaksanaan
seperti pertumbuhan ekonomi, stabilitas harga, tenaga kerja dan pencapaian keseimbangan neraca yang berkesinambungan. Terdapat 5 variabel yang terdapat dalam makro ekonomi yaitu
investasi, pendapatan nasional, kesempatan kerja, ekspor-impor dan pengeluaran
pemerintah. Dari 5 variabel tersebut mempunyai pengaruh terhadap perkembangan
perekonomian Indonesia.
Investasi
adalah kemampuan menambah atau menciptakan nilai hidup (penghasilan dan
kekayaan). Faktor yang mempengaruhi investasi adalah tingkat pengembalian yang
diharapkan, biaya investasi dan Marginal efficiency of capital ( MEC ) yaitu
adalah pengembalian yang diharapkan dari setiap tambahan barang modal.
Investasi
bukan hanya dalam bentuk fisik, melainkan juga nonfisik, terutana peningkatan
kualitas sumber daya manusia. Menurut sadono sukirno, investasi memungkinkan
suatu masyarakat terus menerus meningkatkan kegiatan ekonomi dan kesempatan
kerja, meningkatkan pendapatan nasional dan meningkatkan taraf hidup
masyarakat. Ketika suatu negara bisa mengadakan suatu proyek investasi yang
bisa menghasilkan pendapatan maka pertumbuhan ekonomi akan meningkat lalu perlu
diketahui bahwa bila adanya kenaikan tingkat suku bunga busa mengakibatkan
turunnya investasi dan menurunnya GDP RIIL yang ada
Pendapatan
nasional adalah jumlah yang diterima oleh seluruh rumah tangga (RTK) disuatu
negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode, biasanya
selama satu tahun. Faktor yang mempengaruhi pendapatan nasional adalah
permintaan agregat dan penawaran agregat, Konsumsi dan tabungan dan investasi.
Permintaan
agregat dan penawaran agregat. Permintaan agregat menunjukkan hubungan antara
keseluruhan permintaan terhadap barang-barang dan jasa sesuai dengan harga.
Sedangkan penawaran agregat menunjukkan hubungan antara keseluruhan penawaran
barang-barang dan jasa yang ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan dengan
tingkat harga tertentu.
Konsumsi
dan tabungan. Antara konsumsi dan tabungan serta pendapatan sangat erat hubungannya.
Hal ini dapat kita lihat dari pendapat keynes yang dikenal dengan
“phsycological consumption” yang membahas tentang tingkah laku masyarakat dalam
konsumsi jika dihubungkan dengan pendapatan.
Investasi.
Pengeluaran untuk investasi merupakan salah satu komponen penting dari
pengeluaran agregat.
Ekonomi
berarti memproduksi barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan warga negara.
Pertumbuhan ekonom berarti pertumbuhan barang dan jasa atau produsen disuatu
negara. Ketika pendapatan nasional tumbuh lebih tinggi (dengan asumsi bahwa
tingkat inflasi tidak meningkat) tabungan masyarakat bisa lebih tinggi.
Demikian juga kemudian meningkat investasi. Dan kemudian dengan bertumbuhnya
pendapatan nasional maka permintaan akan barang dan jasa meningkat sesuai dengan
konsumsi masyarakat. Untuk memenuhi tingginya permintaan dipasar, maka mereka
berinvestasi untuk memproduksi barang dan jasa.
Kesempatan
kerja adalah banyaknya orang yang dapat bertampung untuk bekerja pada suatu
perusahaan atau instansi. Faktor-faktor yang mempengaruhi kesempatan kerja
adalah jumlah atau besarnya penduduk yang tidak seimbang dengan lapagan
pekerjaan, Kurangnya SDM yang memiliki SKILL, Kemajuan teknologi
dan keterampilan pelamar tidak sesuai kriteria.Jumlah atau besarnya penduduk
pada umumnya dikaitkan dengan pertumbuhan ekonomi suatu negara yang secara
kasar mencerminkan kemajuan perekonomian negara yang secara kasar mencerminkan
kemajuan perekonomian negara tersebut. Jumlah penduduk yang makin besar telah
membawa akibat jumlah angkatan kerja yang makin besar pula. Ini berarti makin
besar pula jumlah orang yang mencari pekerjaan atau menganggur, maka dengan
pembangunan ekonomi diharapkan laju pertumbuhan ekonomi dapat selalu
dipertahankan pada tingkat yang lebih tinggi dari tingkat penduduk, sehingga
kegiatan perekonomian akan menjadi lebih luas dan selanjutnya tingkat
kesempatan kerja akan bertambah dan memperkecil orang yang menganggur.
Ekspor
adalah kegiatan perseorangan atau badan hukum yang menjual barang keluar negri.
Impor
adalah kegiatan perseorangan atau badan hukum yang membeli barang dari luar
negeri untuk dijual kembali didalam luar negeri. Faktor-faktor yang
mempengaruhi ekspor-impor adalah kebijakan pemerintah dibidang perdagangan luar
negeri, keadaan pasar luar negeri dan kemampuan eksportir memanfaatkan peluang
pasar. Ekspor-impor merupakan faktor penting dalam merangsang pertumbuhan
ekonomi, melihat SDA yang kita miliki sangat melimpah. Investasi dalam berbagai
bentuknya memberikan banyak pengaruh kepada perekonomian karena terciptanya
investasi akan membawa pada kegiatan ekonomi tertentu. Untuk meningktakan
ekspor-impor maka pemerintah dan masyarakat harus menaruh perhatian penuh pada
potensi-potensi daerah untuk kemajuan ekspor dan barang-barang komoditi ekspor
maupun impor. Sehingga pertumbuhan ekonomi dapat ditunjang oleh sektor
ekspor-impor yang signifikan.
Pengeluaran
pemerintah adalah anggaran dana yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk
keperluan negara ataupun daerah. Adapun APBN dibedakan menjadi dua yaitu
pengeluaran untuk belanja dan pengeluaran untuk pembiayaan. Faktor yang
mempengaruhi pengeluaran pemerintah adalah jumlah penduduk. Pertumbuhan
pengeluaran rutin secara signifikan dipengaruhi oleh investasi swasta, jumlah
penduduk dna pertumbuhan ekonomi. Sedangkan faktor yang signifikan mempengaruhi
pertumbuhan pengeluaran pembangunan juga jumlah penduduk. Jumlah penduduk
merupakan faktor yang paling besar mempengaruhi pengeluaran pemerintah terutama
terhadap pengeluaran pembangunan. Dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi
disatu sisi akan mengurangi pengeluaran rutin dan pada sisi lain akan
meningkatkan pertumbuhan pengeluaran pembangunan pemerintah.
Pemerintah
mempunyai peranan penting dalam perekonomian untuk kesejahteraan rakyat.
Pengeluaran pemerintah terus berkembang sejalan dengan tahap perkembangan
ekonomi suatu negara. Pada tahap awal perkembangan ekonomi diperlukan
pengeluaran negara yang besar untuk investasi pemerintah. Utamanya untuk
infrastruktur seperti sarana jalan, kesehatan, pendidikan dll. Wagner mengatakan
berdasarkan pengamatan dari negara-negara maju, disimpulkan bahwa dalam
perekonomian suatu negara, pengeluaran pemerintah akan meningkat sejalan dengan
peningkatan perkapita negara tersebut.