Beberapa
hutan di Negara kita mengalami kerusakan yang sangat parah. Dibandingkan dengan
negara-negara lain, kerusakan hutan tersebut diakibatkan oleh adanya illegal
loging dan pembakaran hutan. Kerugian yang diakibatkan dari kerusakan
tersebut dirasa tidak seberapa. Padahal sangat besar sekali seperti longsor dan
meningkatnya polusi, serta kekeringan.
Semua
bencana tersebut dapat timbul kapan saja, hanya karena kesewenang-wenangan
manusia. Termasuk juga rusaknya ekosistem di dalamnya. Menanaminya kembali
(reboisasi) adalah langkah yang paling tepat untuk mencegah terjadinya
bencana yang lebih luas. Namun, sedikit sekali yang peduli pada hal tersebut.
Padahal manfaatnya sangat besar. Barangkali manfaatnya tidak dapat langsung
kita rasakan saat ini. Namun, akan dirasakan oleh anak-anak, cucu-cucu, dan
generasi kita selanjutnya.
Rasulullah
Saw pun menganjurkan untuk bercoocok tanam. Dalam salah satu sabdanya,
beliau bersabda; “Siapa yang memiliki tanah, hendaklah menanaminya
atau menyerahkannya kepada saudaranya (untuk ditanami). Jika tidak, boleh
menahannya. (H.R. Bukhari).
Secara
sederhana dapat difahami bahwa hadits tersebut ditujukan untuk orang memilki
tanah saja. Tapi dalam maknanya tertuju kepada seluruh umatnya. Lebih tegasnya,
dalam salahsatu riwayat Rasulullah pernah bersabda, Jikalaulah kamu tahu
bahwa besok akan terjadi kiamat, dan kamu dapati biji korma. Maka tanamlah biji
kurma tersebut. Maka pantaslah jika Nabi sebagai pembawa agamarahmatan
lil’alamin (yang mengasihi seluruh alam), mendakwahkan reboisasi sejak
dulu. Jauh sebelum alam ini rusak seperti saat ini.
Sekecil
apapun yang kita tanam akan memberikan manfaat yang besar, baik bagi kita
ataupun bagi orang lain. Terutama apabila disertai keikhlasan dalam menanamnya,
insyaallaha akan dibalalas Allah Swt..Bahkan Nabi Muhammad Saw.
Menggolongkannya sebagai shadaqah. Nabi bersabda, “Siapa yang menanam
tanaman atau pohon. Kemudian tanaman tersebut dimakan oleh burung, manusia atau
hewan. Maka baginya (yang menanam) akan mendapat pahala shadaqah”.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar